UNIFA Luncurkan Prodi S1 Pariwisata, Fokus Cetak Inovator Wisata Digital Berbasis Narasi Lokal

MAKASSAR, Gasingpedia.com — Universitas Fajar (UNIFA) resmi membuka Program Studi (Prodi) S1
Pariwisata. Kehadiran prodi ini bukan sekadar menambah pilihan jurusan, melainkan langkah
konkret UNIFA merespons evolusi industri pelesir yang kini bertumpu pada ekosistem digital.

Peresmian dilakukan melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) dari LLDIKTI Wilayah IX dalam acara silaturahmi di Ballroom Edelweiss UNIFA, Makassar, Senin (16/3).

Rektor UNIFA, Dr. Muliyadi Hamid, S.E., M.Si., menegaskan bahwa lulusan pariwisata masa
depan harus punya insting menciptakan peluang, bukan cuma mengisi pasar yang sudah ada.

“Kita berharap program studi ini melahirkan kader yang mampu mengembangkan potensi pariwisata di masa depan. UNIFA ingin menciptakan sarjana yang bukan hanya mempelajari pariwisata, tapi juga mampu menghadirkan objek wisata baru yang sebelumnya belum ada,” ujar Muliyadi.

“Menjual” Narasi Lokal ke Panggung Global

Ketua Prodi S1 Pariwisata UNIFA, Dr. Nasrullah, SST.Par., M.Sc., menambahkan bahwa kurikulum didesain agar mahasiswa tidak hanya paham soal operasional (seperti tiket atau perhotelan), tapi menjadi perencana strategis.

“Fokus kami adalah sinergi antara budaya lokal dan pariwisata digital untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Kami ingin lulusan mampu ‘menjual’ narasi budaya lokal ke panggung global melalui teknologi,” tutur Nasrullah.

Menurutnya, hal ini penting agar pariwisata Indonesia punya nilai tawar yang otentik dan tetap
relevan di tengah arus digitalisasi global.

Keunggulan: Padukan Riset dan Konten Digital

Berbeda dengan prodi pariwisata konvensional yang lebih ke arah vokasional, S1 Pariwisata UNIFA mengambil jalur Akademik-Kritis.

Beberapa poin keunggulannya antara lain:

  • Diferensiasi Digital: Menjadi jembatan antara riset tata kelola dan kemahiran praktis
    konten digital.
  • Storytelling Kuat: Mahasiswa dilatih menggali nilai filosofis daerah untuk dikonversi
    menjadi produk wisata digital yang kompetitif.I
  • novasi Destinasi: Fokus pada kemampuan merancang destinasi wisata baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk adaptasi pendidikan tinggi yang sangat dibutuhkan. Ia berharap dari sini akan lahir wirausahawan baru yang mampu membangun ekosistem bisnis wisata dan kuliner berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di internasional. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita Terbaru