Karpet Merah untuk Juara GALAKSI 2026, FTK UIN Alauddin Siapkan Jalur Afirmasi ke Prodi Pendidikan Fisika

GOWA, Gasingpedia.com  – Kabar gembira bagi para juara Gebyar Lomba dan Kreasi Fisika (GALAKSI) 2026. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar memastikan para peraih juara 1, 2, dan 3 ajang tersebut akan mendapat kesempatan masuk ke Program Studi Pendidikan Fisika melalui jalur mandiri afirmasi tanpa mengikuti tes, sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik mereka.

Komitmen itu disampaikan Wakil Dekan I FTK UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Muh. Rapi, M.Pd., saat membuka GALAKSI 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTK UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Selasa (28/7/2026).

Muh. Rapi mengatakan, para juara cukup melampirkan nomor pendaftaran, sertifikat, dan foto piala saat mendaftar di UIN Alauddin pada tahun berikutnya. Fakultas akan mengawal proses tersebut melalui jalur mandiri afirmasi.

“Insyaallah, yang mendapatkan juara 1, juara 2, dan juara 3, ketika mendaftar di UIN Alauddin tahun depan, kami akan mengarahkan masuk melalui jalur mandiri afirmasi. Kami akan kawal hingga diterima di Prodi Pendidikan Fisika,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia menjelaskan, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi. Sertifikat juara GALAKSI menjadi salah satu bukti prestasi yang dapat digunakan untuk memperoleh kesempatan tersebut.

Menurutnya, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kampus terhadap talenta-talenta muda di bidang fisika.

“Kami berikan karpet merah, kami berikan jalan tol. Tidak perlu ikut tes, cukup mendaftar, insyaallah akan diterima di Program Studi Pendidikan Fisika,” katanya.

Selain prestasi di bidang sains, Muh. Rapi menyebut hafalan Al-Qur’an 30 juz juga menjadi salah satu bentuk prestasi yang mendapat afirmasi dari kampus.

Dalam sambutannya, ia juga menegaskan GALAKSI merupakan agenda tahunan yang diharapkan mampu melahirkan calon-calon fisikawan muda melalui proses pembinaan yang berkelanjutan di sekolah maupun madrasah.

Ia mengibaratkan peran guru dan pendamping layaknya pelatih olahraga yang membina atlet hingga meraih prestasi. Analogi itu ia kaitkan dengan keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 berkat pembinaan jangka panjang.

“Guru dan pendamping memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik. Ajang seperti GALAKSI menjadi tempat menguji hasil pembinaan yang telah dilakukan di sekolah sekaligus mengukur kompetensi siswa,” ujarnya.

Muh. Rapi juga mengingatkan panitia agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan guru pendamping sebagai tamu kehormatan. Sementara kepada dewan juri, ia meminta penilaian dilakukan secara objektif, sportif, dan berintegritas.

GALAKSI 2026 berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, mengusung tema “Dari Sains Menuju Makna: Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak.” Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertema “Penerapan Nilai Moderasi Beragama Berbasis Multiliterasi.”

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika, Nurfadillah Syukri, mengatakan GALAKSI menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan kreativitas. Tahun ini, panitia menghadirkan lima cabang lomba, yakni Olimpiade Sains tingkat nasional, Cerdas Cermat, Proyek Sains, Essay, dan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) untuk jenjang SMA/sederajat.

Sementara itu, Ketua Panitia GALAKSI 2026, Muh. Syahlevi, menyebut kegiatan tersebut diikuti 120 peserta dan 34 guru pendamping dari 23 sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, GALAKSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan kreativitas, serta memperkuat nilai-nilai keislaman melalui kompetisi yang sehat dan sportif. (jr)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita Terbaru