Makassar, Gasingpedia.com – Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Yudisium dan Wisuda Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru tertentu periode Januari 2026, di Balai Sidang 45, Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (28/1).
Sebanyak 735 wisudawan dari Fakultas Pendidikan dan Sastra diambil sumpah dan janjinya sebagai prosesi penamatan. Terdiri dari 429 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Sekolah Dasar, 222 mahasiswa Bisang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan 84 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.
Pada kesempatan itu, Rektor Unibos, Prof.Dr.Ir. Batara Surya ST, M.Si menekankan enam poin posisioning peran strategis guru yang perlu dilakoni dalam membangun bangsa.
Pertama, guru sebagai pembentuk karakter. Kedua sebagai agen perubahan, ketiga ebagai inspirator dan motivator, keempat sebagai fasilitator pembelajaran, kelima harus bisa menjadi teladan dan pembimbing, dan keenam sebagai penjaga peradaban.
“Enam hal ini kalau kita simpulkan peran guru pada akhirnya sangat krusial dalam pembangunan bangsa terutama mempersiapkan generasi muda meraih cita – cita dan menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan,” katanya.
Menurut Prof. Batara, peran strategis ini perlu dirumuskan ke depan oleh guru maupun calon guru untuk bisa menbangun bangsa terutama mendidik generasi sehingga tergambarkan sebagai guru profesional yang mampu mendorong peningkatan sumber daya manusia di Indonesia.
Guru harus membangun pondasi sebagai guru profesional dalam mendidik generasi terutama generasi alpha. Peran guru sangat sentral, strategis karena mulai membentuk manusia sejak dari masa kanak kanak ke masa remaja sebelum memasuki dunia kerja.
“Itulah kenapa dikatakan tutwuri handayani,” ujarnya.
Namun juga yang paling penting lanjut Prof. Batara, adalah kehati-hatian merespon situasi sekarang karena generasi saat ini sangat rentang dengan efek pengaruh teknologi. Sehingga, guru juga di tuntut untuk terus belajar seiring perkembangan teknologi.
“Yang menjadi persoalan kalau gurunya tidak paham teknologi, sehingga belajarlah karena belajar tidak pernah selesai,” tambahnya.
Lebih lanjut, guru tidak sekedar mentransfer ilmu tetapi juga menanamkan nilai moral etika dan disiplin untuk membentuk generasi emas yang cerdas, berahlak serta berbakti.
“Semua itu bisa dilakukan dengan semangat motivasi yang baik,” lanjutnya. (*)



