Makassar, Gasingpedia.com – Usia bukan menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu. Hal itu dibuktikan Dr. H. Abdul Mannang, S.H., M.H., yang berhasil meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada usia 71 tahun.


Abdul Mannang menjadi wisudawan tertua dalam prosesi wisuda UIN Alauddin Makassar yang digelar di Gedung Auditorium Kampus II, Gowa, Senin (28/9/2026).


Dalam prosesi tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis memperkenalkan Abdul Mannang kepada para wisudawan dan tamu undangan. Kehadirannya langsung mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh peserta wisuda.


"Ini adalah wisudawan tertua yang pernah ada di UIN Alauddin Makassar. Usianya 71 tahun, masih bisa meraih doktor," ujar Rektor saat memanggil Abdul Mannang ke atas panggung.


Di hadapan para wisudawan, Abdul Mannang mengungkapkan alasan dirinya tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor meski telah berusia lanjut.


Ia menyebut semangat belajar berangkat dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya membaca dan menuntut ilmu.


"Yang pertama, Allah mengajarkan melalui ayat pertama Iqra. Bacalah, belajarlah. Lalu kemudian pencerahan kedua adalah menuntut ilmu mulai dari ayunan hingga liang lahad," kata Abdul Mannang.


Menurutnya, belajar dan terus belajar merupakan bagian dari ibadah. Karena itu, usia tidak menjadi alasan untuk berhenti menambah pengetahuan.

"Saya kira itu yang pertama, bahwa belajar dan belajar, terus belajar, oleh karena belajar itu adalah bagian daripada ibadah," ujarnya.


Di balik pencapaiannya, Abdul Mannang juga memiliki keluarga besar. Ia mengaku telah memiliki 12 cucu dari empat orang anak.


"Cucu sudah 12 dari empat anak," ungkapnya.


Namun, Abdul Mannang hadir seorang diri dalam prosesi wisuda tersebut. Ia mengatakan istrinya telah meninggal dunia lima tahun lalu, sementara anak-anaknya berada di luar daerah.


"Istri saya satu saja, tapi telah mendahului saya lima tahun yang lalu. Saya hadir sendirian, tidak ada pendamping karena anak-anak semua di luar daerah," tuturnya.


Meski telah berusia 71 tahun, Abdul Mannang mengaku masih aktif mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta. Ia bahkan menyebut dirinya belum pensiun karena perguruan tinggi tempatnya mengajar tidak mengenal batas usia pensiun.


"Saya mengajar di perguruan tinggi swasta, tidak ada pensiunnya kecuali is dead," katanya.


Jawaban tersebut disambut tawa para hadirin. Rektor kemudian menyebut Abdul Mannang sebagai salah satu sosok yang memberikan motivasi kepada para wisudawan yang masih berusia muda.


"Kehadiran Pak Dr. Mannang ini memberi semangat pada anak-anakku semua yang masih muda-muda," ujar Rektor.


Pada kesempatan yang sama, UIN Alauddin Makassar mengukuhkan sebanyak 800 wisudawan dan wisudawati dari program Sarjana, Profesi, Magister dan Doktor tahun ajaran 2026.


Rektor juga menyampaikan bahwa wisuda kali ini menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya UIN Alauddin Makassar melaksanakan prosesi wisuda dua kali dalam satu bulan.


Menurutnya, pelaksanaan wisuda dua kali dalam sebulan menunjukkan tingginya semangat mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.


"Untuk pertama kalinya dalam sejarah wisuda di UIN Alauddin Makassar, wisuda dilaksanakan dua kali dalam sebulan," katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka.


"Kalian telah menunjukkan bukti nyata kepada orang tua dan keluarga yang membiayai kalian, bahwa kalian bertanggung jawab secara moral dan bisa menjadi harapan. Hari ini menyelesaikan salah satu etape penting perjalanan kalian dengan menjadi sarjana," pungkasnya. (Jr)