Makassar, Gasingpedia.com - Tim riset Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengembangkan prototipe aplikasi berbasis data yang dirancang untuk memperkuat pemantauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai peruntukannya, aplikasi tersebut diberi nama MBG Net.

Pengembangan inovasi teknologi tersebut memasuki tahap evaluasi substansi melalui Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Substansi oleh Pakar sekaligus diseminasi hasil tahun pertama riset inovasi teknologi MBG. Kegiatan berlangsung di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhyaksa, Makassar, Sabtu (12/9/2026).

Ketua tim peneliti, Dr. H.M. Fais Satrianegara, S.KM., MARS., mengatakan pengembangan sistem untuk mendukung program publik tidak cukup hanya mengandalkan aspek teknis. Teknologi yang dibangun harus mampu menjawab kebutuhan pengguna dan memiliki landasan substansi yang kuat.

“Pengembangan teknologi untuk program publik tidak cukup berhenti pada aspek teknis. Sistem yang dibangun harus benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan dan memiliki dasar substansi yang kuat,” ujarnya.

Menurut Fais, keterlibatan pakar menjadi bagian penting untuk memastikan arah pengembangan MBG Net tetap relevan dengan kebutuhan program. Karena itu, proses evaluasi tidak hanya menilai fungsi aplikasi, tetapi juga substansi informasi yang akan dihasilkan.

MBG Net dikembangkan untuk membantu menyediakan informasi yang lebih terstruktur mengenai pelaksanaan program. Data yang dihimpun nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan.

Pendekatan berbasis data tersebut dinilai penting mengingat MBG memiliki cakupan penerima manfaat yang luas dan melibatkan banyak unsur dalam pelaksanaannya. Semakin kompleks pelaksanaan program, semakin dibutuhkan sistem yang mampu menyajikan data secara konsisten dan mudah dibaca.

Fais menjelaskan, MBG Net diarahkan untuk memperluas cara pandang terhadap monitoring program. Sistem tidak sekadar mencatat jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga membantu melihat bagaimana program berjalan dan perubahan yang muncul dari pelaksanaannya.

“Yang ingin kami dorong bukan hanya bagaimana mencatat pelaksanaan program, tetapi bagaimana data tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh untuk kebutuhan evaluasi dan pengambilan keputusan,” jelas Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin tersebut.

Untuk menguji arah pengembangan tersebut, FGD menghadirkan pakar dari tiga bidang, yakni gizi, teknologi informasi, dan desain pengembangan media.

Pakar yang terlibat antara lain Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin, Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD.; Dr. Andi Sani Silwanah, SKM., M.Kes., yang memiliki keahlian dalam desain pengembangan media; serta Dr. Ridwan Andi Kambau, S.T., M.Kom., pakar Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar.

Ketiga perspektif tersebut memberikan masukan terhadap pengembangan MBG Net dari sisi substansi gizi, efektivitas teknologi, hingga aspek desain dan kemudahan penggunaan.

Dalam forum tersebut, tim teknologi memaparkan perkembangan prototipe MBG Net untuk kemudian dibahas bersama para pakar dan pemangku kepentingan. Diskusi diarahkan untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat agar sistem semakin sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan MBG.

Masukan yang diperoleh kemudian diklarifikasi dan dirumuskan sebagai bahan penyempurnaan prototipe. Proses ini melibatkan unsur kesehatan masyarakat dan gizi, teknologi informasi, perancang aplikasi, tenaga kesehatan, dinas kesehatan, hingga mitra BGN/PIC SPPG Dapur Pelopor Merah Putih.

Keterlibatan lintas bidang tersebut memperkuat pendekatan multidisipliner dalam riset MBG Net. Pengembangan MBG Net menjadi bagian dari upaya akademisi UIN Alauddin Makassar menerjemahkan hasil riset ke dalam inovasi yang memiliki manfaat praktis bagi kebutuhan publik. (*)