
Tragedi Rasa: Antologi Cerpen
Seorang anak dengan rambut hitam sebahu sedang terdiam di sebuah bilik kecil miliknya. Kepalanya tertunduk, sesekali netra hitam miliknya menatap ke langit-langit kamarnya. Banyak hal mengganggu pikirannya, namun tak sepatah katapun berhasil keluar lewat mulut mungilnya. Hidupnya seperti sudah tak ada harapan. Sunyi, hampa, dan menyedihkan. Banyak hal terjadi dalam hidupnya Ia menerawang dari waktu ke waktu. Sedih, putus asa, dan kecewa baginya adalah hal yang lumrah. Tak ada yang berubah. Seola
Buka sumber →





