Makassar, Gasingpedia.com– Politeknik Bosowa (Poltekbos) semakin serius menyiapkan mahasiswa untuk menembus dunia kerja global melalui program magang internasional. Mahasiswa baru angkatan tahun ini diproyeksikan menjadi generasi berikutnya yang akan dipersiapkan mengikuti program magang hingga bekerja di luar negeri, khususnya di Taiwan dan Jepang.
Direktur Poltekbos, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., mengatakan penguatan program internasional menjadi salah satu fokus utama kampus dalam mendidik mahasiswa baru. Orientasi tersebut sejalan dengan terbukanya peluang kerja di luar negeri serta program pemerintah yang mendorong peningkatan pengiriman tenaga kerja dan peserta magang ke berbagai negara.
“Besar harapan kami mahasiswa baru ini ke depan bisa go global. Karena ada program-program baru di Politeknik Bosowa, termasuk pemagangan internasional ke Taiwan dan Jepang,” ujar Isminarti.
Menurutnya, program magang internasional yang telah dijalankan Poltekbos mulai menunjukkan hasil. Sejumlah mahasiswa dan alumni yang sebelumnya menjalani magang di Taiwan kembali mendapat kesempatan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani program tersebut.
“Tahun ini, yang sudah bekerja atau magang di Taiwan direkrut kembali oleh perusahaan. Sampai saat ini sudah ada 12 orang yang dipanggil kembali ke sana dan dibiayai oleh perusahaan,” ungkapnya.
Ia berharap pola tersebut dapat terus berkembang sehingga program magang tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju pekerjaan tetap di perusahaan internasional.
“Harapan kami tentu anak-anak kami bisa diterima langsung di sana,” katanya.
Isminarti menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah biaya keberangkatan mahasiswa dan alumni untuk mengikuti program magang maupun bekerja di luar negeri. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Poltekbos mulai menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk perbankan dan perusahaan di lingkungan Bosowa.
“Kami sekarang sudah merangkul beberapa bank dan beberapa perusahaan yang ada di Bosowa. Harapannya, ke depan alumni kami bisa langsung terserap kerja, baik di luar negeri maupun di perusahaan internal Bosowa,” jelasnya.
Upaya memperluas akses mahasiswa ke dunia kerja internasional juga menjadi perhatian dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Saat ini Poltekbos telah menerima 88 mahasiswa baru dan jumlah tersebut berpotensi bertambah menjadi 98 mahasiswa setelah proses seleksi 10 calon penerima beasiswa BTS rampung.
Dari 10 calon mahasiswa penerima beasiswa tersebut, empat orang telah mengikuti kegiatan pengenalan mahasiswa baru, sementara enam lainnya masih menjalani proses seleksi.
Mahasiswa baru tersebut kini mulai dipersiapkan untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk peluang magang internasional. Menurut Isminarti, persiapan harus dilakukan sejak awal masa perkuliahan karena mahasiswa membutuhkan waktu untuk melengkapi kemampuan dan persyaratan administrasi sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Poltekbos juga berharap dapat mengambil bagian dalam program pemerintah yang mendorong pengiriman hingga 100.000 pekerja atau peserta magang ke luar negeri. Mahasiswa baru angkatan tahun ini dinilai memiliki peluang untuk dipersiapkan menjadi peserta program tersebut pada tahun-tahun mendatang.
“Mahasiswa baru ini adalah cikal bakal yang kami siapkan untuk bisa magang di luar negeri. Tahun depan mereka sudah harus mulai siap-siap mengumpulkan berkas dan memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Dengan pengalaman alumni yang telah kembali direkrut perusahaan di Taiwan, Poltekbos optimistis program magang internasional dapat menjadi jalur strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus membuka akses kerja global bagi mahasiswa.
Bagi Poltekbos, magang internasional tidak lagi sekadar program pertukaran pengalaman, melainkan salah satu jalur untuk membawa mahasiswa dar bangku kuliah menuju dunia kerja internasional. (Jr)
