Oleh: Mardhatillah Haeria A (Mahasiswa Ikom Unismuh Makassar)
Di usia 20 tahun, Mita Apriliyanti, seorang pemudi asal Bone, berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an meskipun dihadapkan pada kesibukan sebagai bendahara di Sakan 2 Markaz Tahfidz Al-Birr, Gowa. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa tanggung jawab besar tidak menghalangi, melainkan memperkuat niat untuk meraih keberhasilan.
Mita memilih fokus menghafal Al-Qur’an setelah gagal dalam seleksi masuk perguruan tinggi di UIN Makassar. “Kegagalan itu saya anggap sebagai doa yang diijabah. Allah memberi jalan agar saya fokus menghafal dulu,” ungkapnya. Keputusan ini tidak lepas dari pengalaman masa SMA di panti sosial, di mana seorang ustadz menginspirasinya untuk menghafal Al-Qur’an.
Awal yang Penuh Tantangan
Mita memulai perjalanan hafalannya pada Juni 2021. Juz 30 terasa mudah baginya, tetapi masuk ke Juz 1, tantangan besar muncul. Berkali-kali ia diminta mengulang setoran hafalan hingga merasa ingin menyerah. “Saya hampir pulang, tetapi mengingat perjuangan orang tua yang membiayai saya, saya memilih bertahan,” tuturnya.
Semangatnya kembali bangkit berkat dukungan teman-teman dan ustadz di pondok. Mereka selalu mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah jalan terbaik.
Amanah yang Membentuk Disiplin
Setahun setelah masuk pondok, Mita diamanahi sebagai pengurus bidang ibadah, lalu menjadi bendahara. Tugas ini tidak mudah, tetapi Mita menjadikannya sebagai motivasi. “Saat santri lain istirahat, saya sering memanfaatkan waktu untuk murojaah atau menghafal,” jelasnya.
Sebagai bendahara, Mita sering menyelesaikan pekerjaannya di malam hari agar waktu siang bisa digunakan untuk menghafal. Disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci keberhasilannya.
Khatam di Tengah Kesibukan
Pada 29 Desember 2023, Mita berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an. “Saya sangat bersyukur. Amanah yang saya jalani justru memperkuat semangat saya,” ujarnya.
Citra, teman dekat Mita, mengungkapkan bahwa Mita adalah sosok yang tekun dan pantang menyerah. “Dia selalu konsisten, bahkan hafalannya menjadi teladan bagi kami,” ungkapnya.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Kisah Mita mengajarkan bahwa amanah bukanlah hambatan, melainkan sarana untuk belajar disiplin dan bertanggung jawab. Dengan tekad yang kuat dan manajemen waktu yang baik, tidak ada hal yang mustahil.
Perjalanan Mita menjadi inspirasi, bahwa sesibuk apapun kita, jika memiliki niat yang ikhlas dan semangat yang besar, Allah akan mempermudah jalan menuju keberkahan dan kesuksesan.
